Sabotase di NAD?

Beberapa hari lalu, saya berbincang via chat facebook dengan Pak Tafjani “Jack” Kholil, TL KMW I P2KP-3 NAD. Saya tidak segera membalas chatting-an beliau karena pop up chat box di facebook tidak ada alert seperti di YM. Jadi ketika saya tidak mantengin facebook, ada chat masuk pun saya tidak ngeh. Sementara saya masih asyik memelototi tulisan partisipatif yang sedang saya edit.

Sekian puluh menit kemudian saya baru tekan window yang menampilkan halaman facebook dan mulai membaca pesan dari Pak Jack. Saya terkejut sekali membaca isi pesan beliau.

“Teh Nina, kemarin ada kejadian di NAD. Tujuh calon faskel di Meulaboh tidak ikut FGD kompetensi gara-gara dikirimi SMS yang berisi pelaksanaan FGD kompetensi diundur. Padahal kami tidak mengirim SMS tersebut. Kami sedang menyelidiki siapa yang melakukan sabotase ini. Dan anehnya, hanya Meulaboh saja. Wilayah lain tidak..”

Nah, bagaimana saya tidak melotot membacanya! Untungnya saat itu Pak Jack masih online, jadi kami sempat chatting meski hanya 10 menit. Menurut Pak Jack, nomor yang mengirimi SMS palsu kepada tujuh cafaskel Meulaboh ini adalah teridentifikasi sebagai nomor Aceh, dan KMW sedang rembukan mencari jalan keluar untuk ketujuh cafaskel ini. “Tenang aja, Teh Nina, udah kita handle kok..” Lalu beliau tidak membalas lagi, mungkin langsung larut dalam kesibukan.

Secara naluri, saya langsung membuka website yang berisi pengumuman penerimaan Faskel untuk wilayah NAD (KMW I, KMW II dan KMW III), dan lemaslah saya menemukan bahwa file yang kami upload ke website mencantumkan nomor kontak cafaskel yang lolos kualifikasi! Padahal, kebijaksanaan website adalah tidak mencantumkan nomor kontak, kecuali para pentolan KMP, KMW dan Satker (karena berkepentingan!).

Bahkan, untuk database faskel se-Indonesia sekalipun, kami tidak mencantumkan nomor HP. Sampai-sampai kami berdebat lumayan sengit dengan World Bank (WB) mengenai hal ini, karena WB minta nomor kontak dicantumkan dan kami menolaknya dengan alasan melindungi privasi (masalahnya website kan bisa diakses dari seluruh dunia). Mengenai itu, alhamdulillah, sudah menemukan jalan tengah, yaitu tidak mempublikasi nomor HP secara umum, melainkan dengan link tersendiri yang hanya diketahui website dan WB.

Kembali ke masalah pengumuman faskel NAD, saya nyaris berteriak kepada Pak Dedi, “Ya Allah! Kita lupa men-delete nomor kontak cafaskel!” Pak Dedi juga langsung menepuk jidat dan langsung menarik kembali file yang dimaksud, diedit (menghapus bagian nomor HP) lalu di-upload kembali.

Setelah selesai, saya langsung kontak Pak Jack lagi dan menjelaskan, sambil meminta maaf jika “sabotase” itu bermuara dari informasi dari web yang disalahgunakan oleh orang tidak bertanggungjawab. Untungnya Pak Jack bijak dan menghibur kami, kata beliau, hal tersebut tidak menjadi masalah. Malah beliau tidak yakin sabotase ini gara2 nomor kontak tercantum di web. Tapi, tetap saja… kami merasa bersalah.

Yang paling dirasakan kami adalah, kealpaan kami tadi menyalahi aturan dan kebijakan kami sendiri. Huuuuh.. Mudah-mudahan ke depannya kami nggak akan lupa lagi yah!😦

Sukses selalu semua!

2 thoughts on “Sabotase di NAD?

  1. Terima kasih

    Kami dari Dynasty Central Java Eel Center Pusat Informasi, Pendidikan, Penelitian & Pengembangan Belut Sawah
    webblog : http://www.tehnikbudidayabelut.blogspot.com
    Bagi yang berminat untuk budidaya belut kami siap bekerjasama membantu pelatihannya. silahkan kunjungi webblog kami.

    Central Java Eel Center

    Danar Hudiono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s