Archive for September 2, 2008

Membuat Laporan Panjang dan Feature

Satu lagi, artikel yang mungkin bisa membantu…

Saya kutip dari sumbernya, Andri.

Panduan Pembuatan Paket Laporan Panjang & Features

Oleh: Ray Wijaya

Panduan Umum :
1. Feature atau karangan khas adalah tulisan yang tidak menekankan berita lempang (hard news) tetapi semata-mata berdasarkan daya pikat manusiawi (human interest) yang tidak terlalu terikat pada tata penulisan baku yang kaku seperti yang berlaku dalam berita lempang (5 W + 1 H dan piramida terbalik).
2. Feature atau karangan khas adalah tulisan yang lebih ringan, atau lebih umum, tentang daya pikat manusiawi, atau gaya hidup, dibandingkan berita lempang yang mengangkat peristiwa yang masih hangat.
3. Feture atau karangan khas adalah tulisan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih rinci sehingga apa yang dilaporkan menjadi lebih hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca.
4. Feature atau karangan khas adalah tulisan kretaif, kadang-kadang subyektif, yang dirancang terutama untuk menghibur tetapi tetap memberikan pengetahuan kepada pemirsa tentang suatu peristiwa, situasi atau aspek kehidupan. Read the rest of this entry »

Comments (4)

tips membuat feature

Sehubungan dengan tulisan Best Practice yang wajib “disetorkan” oleh seluruh TA USK KMP-2 dan KMP-3, saya mengutip tips membuat feature berikut ini. Sesuai rapat antara website dan seluruh TA USK beberapa waktu lalu, kami mengimbau agar tulisan Best Practice berbentuk feature, dan bukan straight news.

Untuk itu, silakan membaca tips membuat feature yang saya kutip dari blog O.Solihin (penulis beberapa buku bernuansa Islami, sekaligus editor web gaulislam.com). Rekan Solihin sendiri mengutipnya dari blog Journalist’s Adventure.

Untuk saya pribadi, tulisan ini sangat menarik dan membantu. Saya kira rekan semua juga sependapat. Selamat membaca…

Tips Membuat Feature

Selain keterampilan memberikan laporan yang bersifat hardnews, seorang jurnalis sebaiknya memiliki kemampuan membuat feature. Jika dalam menyusun laporan yang sifatnya lugas, prinsip 5W 1H menonjol, maka dalam laporan bersifat feature kaidah itu tidak selalu pas.

Berita lebih menekankan kepada angle yang disesuaikan dengan kebijakan editorial, maka laporan yang bersifat feature lebih dalam lagi. Seorang wartawan yang menyusun sebuah feature biasanya memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebijakan editorial sebuah surat kabar atau majalah atau media elektronik.

Berita kebakaran misalnya.. Dengan mengandalkan prinsip 5W 1 H maka seorang jurnalis tinggal melihat mana angle yang tepat. Read the rest of this entry »

Comments (6)