Sehubungan dengan tulisan Best Practice yang wajib “disetorkan” oleh seluruh TA USK KMP-2 dan KMP-3, saya mengutip tips membuat feature berikut ini. Sesuai rapat antara website dan seluruh TA USK beberapa waktu lalu, kami mengimbau agar tulisan Best Practice berbentuk feature, dan bukan straight news.
Untuk itu, silakan membaca tips membuat feature yang saya kutip dari blog O.Solihin (penulis beberapa buku bernuansa Islami, sekaligus editor web gaulislam.com). Rekan Solihin sendiri mengutipnya dari blog Journalist’s Adventure.
Untuk saya pribadi, tulisan ini sangat menarik dan membantu. Saya kira rekan semua juga sependapat. Selamat membaca…
Tips Membuat Feature
Selain keterampilan memberikan laporan yang bersifat hardnews, seorang jurnalis sebaiknya memiliki kemampuan membuat feature. Jika dalam menyusun laporan yang sifatnya lugas, prinsip 5W 1H menonjol, maka dalam laporan bersifat feature kaidah itu tidak selalu pas.
Berita lebih menekankan kepada angle yang disesuaikan dengan kebijakan editorial, maka laporan yang bersifat feature lebih dalam lagi. Seorang wartawan yang menyusun sebuah feature biasanya memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebijakan editorial sebuah surat kabar atau majalah atau media elektronik.
Berita kebakaran misalnya.. Dengan mengandalkan prinsip 5W 1 H maka seorang jurnalis tinggal melihat mana angle yang tepat. Read the rest of this entry »