<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: panduan menulis (teori)</title>
	<atom:link href="http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/</link>
	<description>Tempat kongkow kru web P2KP; dengan atau tanpa kafein..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 01:54:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: p2kafe</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-151</link>
		<dc:creator>p2kafe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 06:27:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-151</guid>
		<description>Weleh, rupanya udah banyak komen di sini, tapi lupa saya tanggapi. Maaf yaa..

&lt;strong&gt;@ Rekan Bajang:&lt;/strong&gt; Mantaaaap!! Saya suka cara berpikir Anda... ;) Saya sepakat sama kalimat-kalimat Anda di sini. Terima kasih untuk sharing ya..

&lt;strong&gt;@ Rekan Andos:&lt;/strong&gt; Silakaaan.. :D

&lt;strong&gt;@ Kang Ridwan:&lt;/strong&gt; Nuhun, Kang.. Diantos tulisan dari Kang Ridwan. Biasanya selalu segar lho, tulisan dari Kang Ridwan ini. hehe... :)

&lt;strong&gt;@ Rekan Doni:&lt;/strong&gt; Bos, comment-nya gak cocok sama topiknya nihhh... :)
Btw, kalau pengaduan, kita sudah punya salurannya tersendiri. Jika memang ada indikasi penyimpangan, monggo lho disampaikan ke PPM melalui pengaduan resmi. 

&lt;strong&gt;Bisa via SMS 0817148048&lt;/strong&gt;, bisa via web (silakan akses ke web P2KP: http://www.p2kp.org/web/pengaduandetil.asp?mid=131&amp;catid=8&amp;).

Bisa juga via email! Untuk wilayah P2KP Ekstension, P2KP 2/1 dan P2KP 2/2, silakan email ke: ppmp2kp@indosat.net.id
Sedangkan untuk wilayah P2KP 3, silakan email ke: ppm_p2kp3@indosat.net.id (untuk Aceh, emailnya ke sini aja, Pak. Karena masuknya wilayah P2KP-3).

Nanti Tenaga Ahli PPM kami akan metindaklanjuti, mengkonfirmasi dan menginvestigasi ke dan bersama KMW yang bersangkutan. Mohon yang detail ya, Pak, agar memudahkan tim PPM dan KMW bersangkutan, sehingga kasus bisa ditangani dengan cepat. Yang jelas, kami di Pusat tidak ingin pelaksanaan P2KP sampai tidak sesuai dengan visi dan misi P2KP.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan kontak kami lagi ya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Weleh, rupanya udah banyak komen di sini, tapi lupa saya tanggapi. Maaf yaa..</p>
<p><strong>@ Rekan Bajang:</strong> Mantaaaap!! Saya suka cara berpikir Anda&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Saya sepakat sama kalimat-kalimat Anda di sini. Terima kasih untuk sharing ya..</p>
<p><strong>@ Rekan Andos:</strong> Silakaaan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Kang Ridwan:</strong> Nuhun, Kang.. Diantos tulisan dari Kang Ridwan. Biasanya selalu segar lho, tulisan dari Kang Ridwan ini. hehe&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>@ Rekan Doni:</strong> Bos, comment-nya gak cocok sama topiknya nihhh&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Btw, kalau pengaduan, kita sudah punya salurannya tersendiri. Jika memang ada indikasi penyimpangan, monggo lho disampaikan ke PPM melalui pengaduan resmi. </p>
<p><strong>Bisa via SMS 0817148048</strong>, bisa via web (silakan akses ke web P2KP: <a href="http://www.p2kp.org/web/pengaduandetil.asp?mid=131&amp;catid=8&amp;)" rel="nofollow">http://www.p2kp.org/web/pengaduandetil.asp?mid=131&amp;catid=8&amp;)</a>.</p>
<p>Bisa juga via email! Untuk wilayah P2KP Ekstension, P2KP 2/1 dan P2KP 2/2, silakan email ke: <a href="mailto:ppmp2kp@indosat.net.id">ppmp2kp@indosat.net.id</a><br />
Sedangkan untuk wilayah P2KP 3, silakan email ke: <a href="mailto:ppm_p2kp3@indosat.net.id">ppm_p2kp3@indosat.net.id</a> (untuk Aceh, emailnya ke sini aja, Pak. Karena masuknya wilayah P2KP-3).</p>
<p>Nanti Tenaga Ahli PPM kami akan metindaklanjuti, mengkonfirmasi dan menginvestigasi ke dan bersama KMW yang bersangkutan. Mohon yang detail ya, Pak, agar memudahkan tim PPM dan KMW bersangkutan, sehingga kasus bisa ditangani dengan cepat. Yang jelas, kami di Pusat tidak ingin pelaksanaan P2KP sampai tidak sesuai dengan visi dan misi P2KP.</p>
<p>Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan kontak kami lagi ya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doni antonius</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-150</link>
		<dc:creator>doni antonius</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 15:26:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-150</guid>
		<description>say sudah membaca semua informasi dan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan P2KP anehnya tidak ada pernah ada tindakan tegas baik dari direksi maupun secara hukum yang berlaku lantas bagai mana apakah dana tersebut dibiarkan saja raib............dan di biarkan menjadi ajang KKN bersama pengurus maupun pelaksana dilapangan tolong dong .....ditinndak jangan dibarkan saja semua ini terjadi agar jera para pelakunya.trim`s</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>say sudah membaca semua informasi dan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan P2KP anehnya tidak ada pernah ada tindakan tegas baik dari direksi maupun secara hukum yang berlaku lantas bagai mana apakah dana tersebut dibiarkan saja raib&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;dan di biarkan menjadi ajang KKN bersama pengurus maupun pelaksana dilapangan tolong dong &#8230;..ditinndak jangan dibarkan saja semua ini terjadi agar jera para pelakunya.trim`s</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhamad ridwan</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-117</link>
		<dc:creator>muhamad ridwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 11:14:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-117</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr. Wb. 

Terima kasih atas tulisan tips menulis untuk media warga dari  web admin. Nambah wawasan buat saya. Seperti yang di katakan Pak Abu Ghaza, saya termasuk sulit untuk memulai suatu tulisan. saya sebenarnya hobby menulis, tapi tergantung &quot;mood&quot; yang datang. kalau lagi mood baik, saya bisa lancar menulis. Salam untuk redaksi.

Wassalam,

Muhamad Ridwan - Bogor</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb. </p>
<p>Terima kasih atas tulisan tips menulis untuk media warga dari  web admin. Nambah wawasan buat saya. Seperti yang di katakan Pak Abu Ghaza, saya termasuk sulit untuk memulai suatu tulisan. saya sebenarnya hobby menulis, tapi tergantung &#8220;mood&#8221; yang datang. kalau lagi mood baik, saya bisa lancar menulis. Salam untuk redaksi.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Muhamad Ridwan &#8211; Bogor</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andos</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-51</link>
		<dc:creator>Andos</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 08:07:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-51</guid>
		<description>Wah, bisa belajar menulis di sini nih :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, bisa belajar menulis di sini nih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bajang</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-44</link>
		<dc:creator>Bajang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 04:51:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-44</guid>
		<description>Betul bang P2Kafe
terkadang ide itu muncul tiba-tiba, namun dengan kemunculan yang tiba-tiba itulah segera untuk dicatat agar memori kagak ilang, he3 maklum ingatan kita ngga seperti Hardisc, 

Dan untuk berlatih aku sering saat muncul ide langsung dituangkan dalam tulisan sampai ide-ide tersebut tercurah menjadi tulisan semua, 

Jangan hiraukan (diksi) gaya bahasa atau yang lainya, biarkan pikiran kita mengalir mencurahkan ide yang ada sampai ide tersebut habis, jika sudah hang ide kita hentikan kegiatan menulis tersebut.

Mungkin diwaktu yang hampir bersamaan atau diwaktu yang lain mucul ide baru, maka segerakanlah untuk menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan, walaupun mungkin tidak sesuai dengan topik sebelumya. 
Karena dengan cara seperti itu kita akan memiliki banyak tulisan dari ide sendiri

Nah hasil dari tulisan kita mungkin sudah cukup banyak, karena setiap ide dituangkan dalam bentuk tulisan, dari banyaknya ide tersebut maka mulailah mengenali isi pikiran kita apakah kita cenderung menjadi penulis esay, artikel, kolomnis, opini, cerpen atau yang lainnya, dengan cara seperti ini kita mampu mengenali gaya tulisan kita yang bersumber dari diri sendiri.

Pengembangan; Ambil salah satu ide yang pernah ditulis yang paling disenangi, mulailah dengan mencermati tulisan tersebut, kembangkan ide2 yang sudah ada, edit bahasanya sesuai EYD tetapi jangan kaku boleh dong dibumbui dengan sedikit prokem (tidak disarankan), gunakan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti 

dan... belajar terus, terus belajar
seperti budayawan dari kalangan rakyat jelata dari solo bernama (alm) Widjil Thukul dalam puisinya 
HANYA SATU KATA   LAWAN...LAWAN...LAWAN...


Salam 
Bajang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul bang P2Kafe<br />
terkadang ide itu muncul tiba-tiba, namun dengan kemunculan yang tiba-tiba itulah segera untuk dicatat agar memori kagak ilang, he3 maklum ingatan kita ngga seperti Hardisc, </p>
<p>Dan untuk berlatih aku sering saat muncul ide langsung dituangkan dalam tulisan sampai ide-ide tersebut tercurah menjadi tulisan semua, </p>
<p>Jangan hiraukan (diksi) gaya bahasa atau yang lainya, biarkan pikiran kita mengalir mencurahkan ide yang ada sampai ide tersebut habis, jika sudah hang ide kita hentikan kegiatan menulis tersebut.</p>
<p>Mungkin diwaktu yang hampir bersamaan atau diwaktu yang lain mucul ide baru, maka segerakanlah untuk menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan, walaupun mungkin tidak sesuai dengan topik sebelumya.<br />
Karena dengan cara seperti itu kita akan memiliki banyak tulisan dari ide sendiri</p>
<p>Nah hasil dari tulisan kita mungkin sudah cukup banyak, karena setiap ide dituangkan dalam bentuk tulisan, dari banyaknya ide tersebut maka mulailah mengenali isi pikiran kita apakah kita cenderung menjadi penulis esay, artikel, kolomnis, opini, cerpen atau yang lainnya, dengan cara seperti ini kita mampu mengenali gaya tulisan kita yang bersumber dari diri sendiri.</p>
<p>Pengembangan; Ambil salah satu ide yang pernah ditulis yang paling disenangi, mulailah dengan mencermati tulisan tersebut, kembangkan ide2 yang sudah ada, edit bahasanya sesuai EYD tetapi jangan kaku boleh dong dibumbui dengan sedikit prokem (tidak disarankan), gunakan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti </p>
<p>dan&#8230; belajar terus, terus belajar<br />
seperti budayawan dari kalangan rakyat jelata dari solo bernama (alm) Widjil Thukul dalam puisinya<br />
HANYA SATU KATA   LAWAN&#8230;LAWAN&#8230;LAWAN&#8230;</p>
<p>Salam<br />
Bajang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: p2kafe</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-26</link>
		<dc:creator>p2kafe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 04:53:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-26</guid>
		<description>wa&#039;alaikum salaam, 
Rekan Abu Ghaza, 
&quot;musuh utama&quot; penulis, menurut saya, adalah hilangnya mood, padahal sebelumnya ide sudah membludak dan di &quot;ujung lidah&quot;. 

Satu-satunya cara, adalah &lt;b&gt;selalu siap membawa buku catatan/kertas kosong dan pulpen ke mana pun &lt;/b&gt;. hehe.. :D saya juga begitu. selalu ada kertas dan pulpen/pensil di tas saya. Jadi ketika mood menulis muncul disertai ide membara, saya cepat-cepat menuliskannya di buku. &lt;b&gt; Minimal, segera mencatat poin-poin utama dari ide. &lt;/b&gt; Jangan biarkan ide lepas dari genggaman yaa.. ide itu mahal sekali lho, Pak! ;)

Cara ini (mencatat) terbukti efektif. Apalagi ide menulis datangnya seperti cinta (cieee..) ngga kenal waktu, ngga kenal situasi. kalau datang, ya nggak pake permisi. Yang repot, ide dan mood muncul ketika sedang situasi &quot;gawat&quot;, seperti sedang rapat penting, atau malah sedang mengejar-ngejar bis (ini juga sering terjadi pada saya, hehe..) Kalau saya, ngga jarang saya menulis ketika sedang duduk di bis, karena seringkali ide di keadaan seperti itu. hehehe.. :D

Nah, mungkin itu salah satu tips dari kami, Pak Abu Ghaza.. nggak susah kan, Pak? Berikutnya, saya bikin entry deh, tips &amp; trik agar ide tidak tersia-sia.. ;) tunggu saja yaa..

Wassalamu&#039;alaikum wr wb.,
*redaksi*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wa&#8217;alaikum salaam,<br />
Rekan Abu Ghaza,<br />
&#8220;musuh utama&#8221; penulis, menurut saya, adalah hilangnya mood, padahal sebelumnya ide sudah membludak dan di &#8220;ujung lidah&#8221;. </p>
<p>Satu-satunya cara, adalah <b>selalu siap membawa buku catatan/kertas kosong dan pulpen ke mana pun </b>. hehe.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  saya juga begitu. selalu ada kertas dan pulpen/pensil di tas saya. Jadi ketika mood menulis muncul disertai ide membara, saya cepat-cepat menuliskannya di buku. <b> Minimal, segera mencatat poin-poin utama dari ide. </b> Jangan biarkan ide lepas dari genggaman yaa.. ide itu mahal sekali lho, Pak! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cara ini (mencatat) terbukti efektif. Apalagi ide menulis datangnya seperti cinta (cieee..) ngga kenal waktu, ngga kenal situasi. kalau datang, ya nggak pake permisi. Yang repot, ide dan mood muncul ketika sedang situasi &#8220;gawat&#8221;, seperti sedang rapat penting, atau malah sedang mengejar-ngejar bis (ini juga sering terjadi pada saya, hehe..) Kalau saya, ngga jarang saya menulis ketika sedang duduk di bis, karena seringkali ide di keadaan seperti itu. hehehe.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, mungkin itu salah satu tips dari kami, Pak Abu Ghaza.. nggak susah kan, Pak? Berikutnya, saya bikin entry deh, tips &amp; trik agar ide tidak tersia-sia.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  tunggu saja yaa..</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr wb.,<br />
*redaksi*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu ghaza</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-25</link>
		<dc:creator>abu ghaza</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 17:38:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-25</guid>
		<description>ass.
panduan nulisnya oke, tapi yang bikin sulit ketika mau nulis kadang susah mulainya terus kadang idex yang tadix numpuk tiba2 ilang.maybe dapat bantu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass.<br />
panduan nulisnya oke, tapi yang bikin sulit ketika mau nulis kadang susah mulainya terus kadang idex yang tadix numpuk tiba2 ilang.maybe dapat bantu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: p2kafe</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-20</link>
		<dc:creator>p2kafe</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 11:52:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-20</guid>
		<description>uhhh, kenapa ping-an nongol di comment ya?? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uhhh, kenapa ping-an nongol di comment ya?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: contoh sederhana menulis.. (part 1) &#171; Selamat Datang di Kafe P2KP</title>
		<link>http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-19</link>
		<dc:creator>contoh sederhana menulis.. (part 1) &#171; Selamat Datang di Kafe P2KP</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 10:05:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://p2kafe.wordpress.com/2007/11/16/panduan-menulis-teori/#comment-19</guid>
		<description>[...] Kedua, KUMPULKAN FAKTA PENDUKUNG LAINNYA, GUNA MEMENUHI UNSUR BERITA 5W 1H: What, When, Who, Why, Where dan How. Rincinya, masuk ke teori aja, ya? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kedua, KUMPULKAN FAKTA PENDUKUNG LAINNYA, GUNA MEMENUHI UNSUR BERITA 5W 1H: What, When, Who, Why, Where dan How. Rincinya, masuk ke teori aja, ya? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
