Di ruang web siang ini, tiba-tiba kami membahas soal rajungan dan kepiting. Gara-garanya, sambil bekerja, televisi di ruangan kami menayangkan bahasan mengenai Anak Krakatau, dan kru peliput sempat menikmati rajungan rebus sebagai makan malam.
“Sadis, masih hidup dimasak,” kata Pak Aries.
“Bukannya biasanya begitu? Lebih segar (dagingnya)?” jawab saya.
“Lho, Pak Aries doyan rajungan?” tanya Kang Dedi
“Doyan saya. Tapi, kalo kepiting enggak,” yang ditanya menjawab.
Saya jadi tergelitik untuk bertanya, “Rajungan ama kepiting tu beda ya?”
“Beda. Kepiting itu kan hidup di dua alam, jadi ngga boleh dimakan (haram–red). Kalo rajungan, hanya hidup di laut. Dia ngga bisa hidup di darat. Klo dibawa ke darat, dia mati,” kata Kang Dedi. Read the rest of this entry »